Find and Follow Us

Minggu, 17 November 2019 | 07:01 WIB

Ini Dia Gejala Awal Kanker Payudara

Oleh : Dahlia Krisnamurti | Kamis, 20 Oktober 2011 | 22:05 WIB
Ini Dia Gejala Awal Kanker Payudara
healthyourbody.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Di antara kanker pembunuh wanita terbanyak di dunia adalah kanker payudara. Ada sekitar 39.520 wanita meninggal dunia setiap tahun digerogoti penyakit ganas itu.

Sebenarnya, pengidap kanker payudara bisa sembuh. Risiko kematian pun bisa diminimalisir, jika kanker terdeteksi lebih cepat. Untuk itu sebagai wanita Anda harus mengetahui gejala-gejala awal kanker payudara.

Salah satunya dengan memperhatikan munculnya sel-sel abnormal pada saluran susu di payudara atau yang disebut Ductal Carsinoma in Situ (DCIS).

DCIS dianggap sebagai bentuk paling awal dari kanker payudara. DCIS noninvasif artinya belum menyebar keluar dari saluran susu dan menyerang bagian payudara lainnya. Selain itu, DCIS biasanya ditemukan lewat prosedur mammogram yang merupakan bagian dari skrining kanker payudara.

Karena keakuratan skrining meningkat dengan menggunakan mammogram, tingkat diagnosa DCIS naik secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir.

DCIS tidak membahayakan nyawa, tidak memerlukan pengobatan untuk mencegahnya menjadi invasif. Kebanyakan wanita penderita DCIS diobati dengan pembedahan dan radiasi, dan hasilnya cukup efektif.

Bagi kebanyakan penderita, DCIS tidak menunjukkan tanda-tanda atau gejala tertentu. Namun, terkadang DCIS dapat menyebabkan tanda dan gejala seperti benjolan pada payudara dan puting berdarah.

Seperti dilansir dari Mayo Clinic, DCIS terbentuk ketika terjadi mutasi genetik dalam DNA sel saluran payudara. Mutasi genetik menyebabkan sel-sel muncul normal, tetapi sel-sel ini belum memiliki kemampuan untuk keluar dari saluran payudara.

Para peneliti tidak tahu persis apa yang memicu pertumbuhan sel abnormal penyebab DCIS. Sejumlah faktor mungkin dapat memainkan peran, termasuk gen dari orang tua, lingkungan, dan gaya hidup.

Sementara itu, pengobatan bagi penderita DCIS memiliki kemungkinan keberhasilan yang tinggi untuk menghilangkan tumor dan mencegah kekambuhan.

Dalam banyak kasus, pilihan pengobatannya meliputi :

Operasi

Untuk pasien DCIS, salah satu keputusan pertama yang harus dibuat adalah apakah ingin mengobati penyakit dengan pembedahan breast-conserving (lumpectomy) atau pembedahan mengangkat payudara (Mastectomy).

Lumpectomy

Lumpectomy adalah operasi menghilangkan daerah payudara yang terpengaruh DCIS dan membatasi jaringan sehat yang mengelilinginya. Prosedur ini memungkinkan pasien untuk mempertahankan sebanyak mungkin payudara yang masih sehat, tergantung pada banyak jaringan yang dihilangkan.

Mastectomy

Untuk mengobati DCIS, Mastectomy sederhana dilakukan dengan cara menghilangkan jaringan payudara, kulit, areola, puting, dan mungkin kelenjar getah bening di ketiak (sentinel node biopsi).

Setelah Mastectomy, dapat dilakukan rekonstruksi payudara jika diinginkan. Karena lumpectomy yang dikombinasikan dengan radiasi sudah cukup efektif mengobati DCIS.

Terapi radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar energi tinggi untuk membunuh sel kanker, seperti sinar-X. Terapi radiasi setelah lumpectomy mengurangi kemungkinan DCIS akan kambuh atau berkembang menjadi kanker invasif. Radiasi biasanya digunakan setelah lumpectomy.

Namun pada beberapa pasien wanita, radiasi tidak diperlukan jika area DCIS masih dianggap kecil dan benar-benar sudah hilang setelah operasi, atau pada wanita tua dengan masalah kesehatan tertentu.

Tamoxifen

Obat tamoxifen berfungsi memblokir estrogen, hormon yang memicu beberapa jenis sel-sel kanker payudara dan mempercepat pertumbuhan tumor. Tamoxifen hanya efektif melawan kanker yang tumbuh akibat pengaruh hormon (kanker reseptor hormon positif).

Tamoxifen hanyalah pengobatan tambahan untuk DCIS setelah operasi atau radiasi dalam upaya untuk mengurangi kesempatan kambuhnya DCIS atau berkembang menjadi kanker payudara invasif.

Jika pasien memilih Mastectomy, tamoxifen tidak perlu digunakan sebab risiko kanker payudara invasif atau kambuhnya DCIS sangat kecil. Diskusikanlah pro dan kontra penggunaan tamoxifen dengan dokter. [mor]

Komentar

Embed Widget
x