Find and Follow Us

Jumat, 13 Desember 2019 | 04:16 WIB

Waspadai Gejala Umum Kanker Ovarium

Oleh : Dahlia Krisnamurti | Senin, 17 Oktober 2011 | 22:05 WIB
Waspadai Gejala Umum Kanker Ovarium
Ikustrasi - Ist
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Bagi sebagian besar perempuan, kanker ovarium dianggap merupakan penyakit yang hanya diderita kalangan usia menopause. Padahal faktanya, kanker ini juga bisa menjangkiti perempuan usia produktif.

Georgina Leadbeatter (25), baru saja melahirkan putri keduanya. Namun setelah berjalan selama delapan bulan dia belum juga mendapatkan kembali jadwal rutin bulanannya itu. Rasa penasaran Georgina dan sang suami menuntun mereka untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Seperti dilansir dailymail, awalnya Georgina mengira dirinya hamil lagi namun setelah mendapatkan hasil USG, dokter mengatakan ada tumor di rahimnya. Alih-alih menikmati menjadi ibu baru dan bersenang-senang dengan buah hatinya, ibu dari Lois dan Gracie ini malah harus menjalankan serangkaian perawatan kanker.

Georgina tahu bahwa gejala-gejala seperti perut kembung dan nyeri panggul dapat menjadi pertanda kanker ovarium, namun yang tak diduganya, siklus haid yang berhenti juga dapat merupakan gejala penyakit yang harus diperhatikan.

Di Inggris hanya 35persen perempuan dengan penyakit ini yang bisa bertahan lebih dari 5 tahun, sementara lebih dari 4.400 penderita kanker ovarium lainnya meninggal setiap tahun.

Jika terdiagnosa sejak awal, angka penderita yang bisa bertahan alias survival, dapat meningkat hingga 90%, akan tetapi 3 dari 4 perempuan yang didiagnosa menderita kanker ovarium, ketika sudah semakin menyebar, maka persentase ini akan menurun secara drastis.

Tiga gejala utama yang harus diwaspadai adalah perut kembung, nyeri panggul, dan sulit makan. Sementara gejala lainnya dapat berupa nyeri punggung, perubahan kebiasaan buang air (sembelit atau diare), kelelahan yang ekstrim dan juga ketidaknyamanan dalam berhubungan intim.

Prof. Hani Gabra, konsultan onkologi Hammersmith and Imperial College hospitals, London mengatakan granulosa cell merupakan tipe kanker yang diderita Georgina.

Tumor ini memproduksi hormon estrogen berlebihan sehingga mengganggu siklus haid atau bahkan membuatnya berhenti. Namun jika terjadi pada perempuan yang sudah menopause, justru mereka akan bleeding atau mengeluarkan darah. Oleh karenanya, apabila sesuatu berjalan tidak seperti biasanya, jangan tunggu sampai merasa sakit, segeralah berkonsultasi ke dokter Anda.

Komentar

Embed Widget
x