Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 2 Agustus 2015 | 07:13 WIB
Hide Ads

'Suntik', Alat KB Favorit Kaum Ibu

Oleh : Dahlia Krisnamurti | Jumat, 7 Oktober 2011 | 10:05 WIB

Berita Terkait

'Suntik', Alat KB Favorit Kaum Ibu
health.com

INILAH.COM, Jakarta - Laju pertumbuhan penduduk di Indonesia meningkat tajam. Karenanya, untuk menekan angka kelahiran bayi pemerintah terus menggalakan program Keluarga Berencana (KB).

Terbukti, saat ini penggunaan kontrasepsi di Indonesia baru mencapai 57% dan didominasi kontrasepsi jangka pendek.

"Yang paling tinggi itu suntikan, hampir 36%. Selanjutnya pil sekira 20%, lalu implan karena dianggapnya susuk kecantikan. Angka yang paling rendah adalah MOP sekira 0,5% dari catatan keseluruhan. Semua terpengaruh faktor budaya, kita harus menyadari itu," kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Sugiri Syarief di Jakarta.

Sugiri menambahkan, penduduk Indonesia saat ini berjumlah 237 juta jiwa. Jika tingkat pemakai alat kontrasepsi (Contraceptive Prevalence Rate/CPR) tetap 57%, maka jumlahnya bisa menjadi 255,5 juta jiwa. Namun apabila CPR turun 0,5% saja, penduduk Indonesia bisa bertambah menjadi 264,4 juta jiwa.

"Setiap masyarakat memerlukan informasi akurat agar bisa memilih kontrasepsi yang tepat. Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan. Jangan sembunyikan bila terdapat kekurangan, tapi juga jangan dilebih-lebihkan keuntungannya," tambahnya..

Selain budaya dan keakuratan informasi, angka konseptor KB juga dipengaruhi tingkat pemahaman masyarakat.

Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 menunjukan bahwa pengetahuan wanita dan pria menikah terhadap salah satu metode kontrasepsi sudah tinggi, yaitu 98% dan 99%, namun pengetahuan tentang metode KB jangka panjang masih rendah, yaitu hanya 39% tahu vasektomi, hanya 66% tahu tubektomi, dan 85% tahu IUD.

"Faktor teman juga berpengaruh. Kalau temannya bilang, Wah pakai IUD itu enggak enak, biasanya wanita gampang terpengaruh. Terakhir, faktor provider driven. Kadang-kadang dia sudah datang dan niat pakai IUD, tapi sampai di petugas pelayanan, disarankan pakai KB suntik saja," jelas Sugiri

Menurut Sugiri, faktor ketersediaan alat kontrasepsi juga memengaruhi pilihan seseorang, tapi pengaruhnya sangat kecil. [mor]

Tag :

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.