Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 4 Juli 2015 | 22:19 WIB
Hide Ads

Stres, Akibatkan Rambut Beruban dan Kanker

Oleh : Arief Bayuaji | Selasa, 23 Agustus 2011 | 22:09 WIB
Stres, Akibatkan Rambut Beruban dan Kanker
healthyourbody.com

INILAH.COM, London - Stres dapat benar-benar mengubah rambut menjadi abu-abu atau beruban. Parahnya, stres bisa menyebabkan kanker. Benarkah?

Mengutip Dailymail, Selasa (23/8), warna uban itu telah sampai ke akar rambut, selayaknya bagaimana pewarnaan rambut oleh bahan kimia.

Ya, adrenalin menyebabkan kerusakan yang akhirnya dapat menyebabkan berbagai kondisi, mulai yang sederhana seperti rambut beruban, sampai yang serius, seperti kanker.

Penelitian itu masih pada tahap awal, tetapi bisa memimpin suatu hari nanti, untuk obat yang membantu mengatasi beberapa masalah medis yang disebabkan faktor di bawah tekanan atau stres.

Harapan baru datang dari para peneliti AS yang bekerja untuk menguji bagaimana hormon stres adrenalin menciptakan kekacauan di tubuh. Selama periode singkat namun intens stres, adrenalin bermanfaat karena mempersiapkan tubuh untuk melawan atau menghindari stres. Tetapi ketika stres terus berlanjut, dapat berbahaya bagi kesehatan.

Untuk mengetahui mengapa, para peneliti menginfus tikus dengan adrenalin selama beberapa minggu untuk meniru efek saat berada di bawah tekanan stres jangka panjang.

Sejauh ini, kadar protein anti-kanker kunci yang disebut p53. Itu penting karena p53, kadang-kadang dijuluki "penjaga genom", biasanya berfungsi sebagai mata air yang bertindak ketika DNA rusak, yang memungkinkan sel-sel kanker berpotensi untuk melakukan perbaikan atau jika tak terjadi sama artinya bunuh diri.

Sebagaimana diketahui, kerusakan DNA juga diduga berdampak pada sel-sel yang bekerja untuk memproduksi pigmen pada rambut.

Peneliti, Profesor Robert Lefkowitz dari Duke University, North Carolina mengatakan, "Hal ini bisa memberikan kita penjelasan yang masuk akal tentang bagaimana stres kronis dapat menyebabkan berbagai kondisi manusia dan gangguan yang berkisar dari sekedar kosmetik, seperti rambut beruban. Atau penyakit, yang lebih ganas lagi."

Percobaannya, terinci dalam jurnal Nature juga menunjukkan bahwa molekul yang disebut beta-menangkap 1 memberikan kontribusi terhadap masalah.

Pada beberapa fokus di masa depan, sangat mungkin bahwa obat mampu melawan efek stres yang dari yang membuat rambut berubah abu-abu akan menjadi lebih tinggi lagi, terkena penyakit kanker.

Tim ini merencanakan studi masa depan di mana tikus ditempatkan dalam tekanan stres fisik untuk melihat apakah memiliki efek yang sama sebagai pengobatan dengan adrenalin.

Sebuah studi Inggris sebelumnya menyalahkan rambut abu-abu pada pemakaian pemutih terlalu banyak. Penelitian Bradford University menemukan bahwa keausan pada tubuh kita mengarah ke tingkat tinggi yang berbahaya yaitu membangun hidrogen peroksida di akar rambut, yang menghalangi produksi pigmen.

Perlu diketahui, sebagian besar masyarakat Inggris, beruban saat usia 25 tahun. Mulai karena faktor genetika, alkohol, merokok dan diet sampai stres. [mor]

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.