Find and Follow Us

Sabtu, 23 November 2019 | 03:42 WIB

Mudik Lebaran, Waspadai Kesehatan Anak

Oleh : Dahlia Krisnamurti | Minggu, 21 Agustus 2011 | 15:01 WIB
Mudik Lebaran, Waspadai Kesehatan Anak
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM,Jakarta - Setelah lebaran biasanya kasus kunjungan anak sakit ke rumah sakit atau dokter meningkat tajam. Meskipun tiap rumah sakit sudah menyediakan dokter piket 24 jam.

Karena, beberapa kondisi dan keadaan menjelang lebaran atau saat lebaran memang beresiko menimbulkan masalah kesehatan tersendiri.

Saat menjelang hari idul fitri tradisi mudik dilakukan oleh sebagian besar keluarga. Kegiatan mudik inilah yang sering berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi anak tertentu.

Mudik biasanya dilakukan dengan perjalanan jauh. Sering terjadi kemacetan di daerah tertentu yang kadang menambah beban kelelahan bagi anak-anak. Demikian pula bagi keluarga yang tidak melakukan mudik.

Meskipun mereka tidak melakukan perjalanan luar kota, biasanya intensitas kunjungan ke rumah saudara meningkat drastis. Aktifitas yang meningkat ini akan menimbulkan daya tahan tubuh anak menjadi menurun sehingga mudah sakit.

Saat lebaran biasanya kontak dengan banyak orang sangat meningkat tajam. Saat perjalanan seringkali diikuti oleh banyak anggota keluarga. Apalagi bila menggunakan kendaraan umum seperti kereta api atau bis, kontak dengan banyak orang tidak bisa dihindari.

Demikian pula saat bertemu saudara, teman atau tetangga biasanya kontak terhadap orang yang ditemui jadi semakin banyak. Semakin lama dan semakin banyak kontak dengan orang lain apalagi dalam ruangan tertutup maka resiko tertular infeksi lebih besar. Terutama anak-anak yang mempunyai daya tahan tubuh rendah atau yang mudah sakit batuk pilek.

Asupan makanan pada anak juga berbeda dibandingkan hari biasa. Dalam keadaan hari raya variasi makanan dan minuman yang tersedia jadi lebih banyak baik kuantitas maupun jenisnya. Pada penderita alergi ataupun intoleransi makanan bila tidak cermat beberapa jenis makanan tertentu dapat memicu gangguan seperti diare, konstipasi (sulit BAB), muntah, batuk, pilek atau sesak bagi penderita asma.

Pada bayi penderita alergi yang sedang mendapatkan ASI, sering timbul keluhan kolik, diare, sulit BAB atau gangguan kulit bila ibu mengkonsumsi makanan penyebab alergi.

Permasalahan lain yang dihadapi adalah saat lebaran biasanya pusat layanan kesehatan atau dokter praktek pada umumnya tutup. Kecuali unit gawat darurat atau layanan emergency. Apalagi bila kasus kesehatan itu dialami di daerah, biasanya orangtua sering kawatir karena layanan kesehatan yang terbatas.

Masalah Kesehatan

Sementara itu, beberapa keadaan dan aktifitas anak yang meningkat dapat mengakibatkan daya tahan tubuh anak menurun. Keadaan ini dapat memicu semakin mudahnya anak terserang infeksi. Penyakit yang sering terjadi adalah infeksi virus yang menyerang saluran napas atas seperti Flu, faringitis (infeksi tenggorok), dan sebagainya.

Gejala yang timbul adalah panas, batuk dan pilek. Infeksi lain yang mudah terjadi adalah infeksi saluran cerna atau gastroenteritis. Gejala yang ditimbulkan adalah muntah, panas dan diare. Keluhan ini lebih mudah terjadi pada anak yang sebelumnya sering mengalami gangguan infeksi berulang seperti panas, batuk, pilek yang sebelumnya juga dalami dalam setiap bulan

Pada penderita alergi makanan dan intoleransi makanan masalah kesehatan yang sering timbul adalah kekambuhan penyakit yang pernah diderita sebelumnya seperti asma, batuk, pilek, diare, sulit BAB, dermatitis (gatal karena alergi kulit), nyeri perut, epitaksis (mimisan), mudah muntah, sariawan dan sebagainya.

Komentar

Embed Widget
x