Jumat, 19 Desember 2014 | 23:23 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pasangan HIV 'Sejenis' Rentan Tertular HCV
Headline
inilah.com
Oleh: Dahlia Krisnamurti
gayahidup - Rabu, 10 Agustus 2011 | 13:15 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM,Jakarta - Penularan virus Hepatitis C belakangan ini bisa dianggap langka. Namun sebuah studi baru menyebutkan, pasangan HIV 'sejenis' rentan tertular Hepatitis C (HCV).

Beberapa ilmuwan di Mount Sinai School of Medicine, bekerja sama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, membuktikan pria dengan HIV yang berhubungan seks dengan pria lain, memiliki peningkatan risiko tertular HCV melalui seks.

Penelitian yang diterbitkan dalam laporan kelahiran dan kematian mingguan CDC edisi 21 Juli 2011 menyebutkan bahwa penularan HCV terutama terjadi melalui paparan darah, dan orang yang menyuntikkan narkoba berada dalam risiko terbesar.

Ketika para peneliti Mount Sinai mengamati peningkatan besar dalam jumlah kasus baru penularan HCV di antara pria yang terinfeksi HIV namun tidak menyuntikkan narkoba, mereka meneliti lebih dekat untuk melihat peran penularan seksual di antara orang-orang ini.

Seperti dikutip dari sciencedaily, Para peneliti mengidentifikasi 74 pria yang terinfeksi HIV antara Oktober 2005 dan Desember 2010, yang telah terdokumentasi mengalami infeksi baru HIV dan dilaporkan tidak ada faktor risiko lain untuk infeksi HVC, termasuk penggunaan narkoba suntikan.

Ketika mereka membandingkan 22 pria ini dengan sebuah kelompok kontrol yang terdiri atas 53 pria penderita HIV yang berhubungan seks dengan pria lain tanpa infeksi HCV, mereka menemukan bahwa pria yang baru saja tertular HCV 23 kali lebih mungkin melakukan hubungan seks anal tanpa kondom dengan laki-laki lain.

Selain itu, analisa HCV genetik menunjukkan bahwa HCV ditransmisikan dalam jaringan sosial pria-pria ini, yang konsisten dengan kehadiran epidemi di kota-kota besar.

"Sementara hepatitis C jarang ditularkan di antara pasangan heteroseksual yang stabil, ini jelas bukan kasus yang berada di antara pria homoseksual yang terinfeksi HIV di New York City," ujar Dr. Daniel Fierer, asisten profesor Kedokteran dan Penyakit Infeksi di Mount Sinai School of Medicine.

Pria homoseksual, dan sampai batas waktu tertentu penyedia layanan kesehatan mereka umumnya tidak sadar bahwa melakukan hubungan seks reseptif tanpa kondom dapat mengakibatkan infeksi HCV.

Kabar baiknya adalah bahwa tingkat kesembuhan untuk infeksi baru HCV sangat tinggi dengan pengobatan awal. Namun, tanpa pengujian rutin pria pada risiko, infeksi yang sebagian besar tidak menunjukkan gejala ini mungkin terlewatkan dan kesempatan ini hilang.

"Studi kami menunjukkan bahwa pria homoseksual yang terinfeksi HIV harus mengambil langkah untuk melindungi diri dan orang lain dengan menggunakan kondom.," ungkap Dr. Fierer.

"Selain itu, penyedia layanan kesehatan harus melakukan skrining hepatitis C untuk pria-pria ini, dan edukasi publik serta program-program penjangkauan harus mencakup informasi tentang risiko ini," katanya. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER