Kamis, 27 November 2014 | 19:59 WIB
Follow Us: Facebook twitter
KB dengan IUD, Bisa 'Tembus' Rahim?
Headline
health.infoniac.com
Oleh: Dahlia Krisnamurti
gayahidup - Minggu, 31 Juli 2011 | 21:09 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Memang tidak ada jaminan alat kontrasepsi IUD atau spiral 100% aman. Karena kalau tidak berisiko pada kegagalan KB, bisa jadi si ibu yang menjadi korban karena IUD yang dipasang tiba-tiba hilang.

IUD merupakan sebuah alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rahim dengan angka kegagalannya sangat kecil yakni mencapai 0,3–1,0 %. Kegagalan dapat terjadi jika pemasangan tidak benar, misalnya hanya di daerah leher rahim atau keluar dari rahim (translokasi).

Adalah translokasi IUD merupakan salah satu komplikasi pemakaian IUD, sehingga IUD tidak berada di tempat yang seharusnya (rongga rahim), melainkan dari rongga rahim, menembus dinding rahim atau di rongga perut.

Selain 'menembus' rahim dan rongga perut, translokasi IUD juga dapat sampai pada organ tubuh lainnya misalnya saluran kecing, ginjal atau bahkan liver. Ironisnya, si ibu akan mengalami kehamilan dengan spiral/IUD masih di dalam rahim. Hal itu disebabkan karena alat yang terpasang tersebut tidak efektif karena pemakainnya melebihi jangka waktu yang ditentukan (antara 5-8 tahun).

Dokter spesialis kandungan dan kebidanan RS Sari Asih Tangerang, Dr. Wisnu Setyawan, SpOG menjelaskan kasus translokasi merupakan suatu keadaan IUD berada di luar kavum uteri si ibu.

Tapi, sambung Dr. Wisnu di Indonesia kasus seperti ini dinilai sangat minim. Bisa dikatakan menjadi kasus yang sangat jarang terjadi, itu lebih disebabkan karena faktor posisi rahim dan ukuran IUD tidak cocok dengan ukuran rahim si ibu.

"Rahim yang terlalu ke depan atau sebaliknya posisinya terlalu ke belakang itu sangat mungkin menyebabkan IUD yang terpasang berpindah lokasi," jelas Dr. Wisnu.

"Tapi itu sangat jarang sekali terjadi bisa dikatakan misalnya, 1 dari 100 pengguna IUD yang mengalami hal tersebut," tambah Dr. Wisnu.

Translokasi IUD, menurut Dr. Wisnu bisa dipastikan masih berada di seputar rongga perut, jarang sekali terjadi komplikasi misalnya sampai 'menembus' organ vital yang lainnya.

Dr. Wisnu mengatakan, penderita translokasi IUD biasanya menunjukkan gejala-gejala yang beragam di antaranya nyeri perut bagian bawah, perdarahan hingga mengalami nyeri panggul yang hebat.

Dan untuk mengetahui translokasi IUD biasanya si ibu harus menjalani sejumlah pemeriksaan seperti foto rontgen di sekitar perut agar diketahui perpindahan IUD sudah sampai sejauh mana.

"IUD tidak bisa teraba pada pemeriksaan sondase dan tidak ada gambaran ekhogenik (dengan USG) dalam rahim. Semuanya itu terlihat dengan menggunkan rontgen sinar X ray," terang Dr. Wisnu.

Sementara itu, bagi penderita komplikasi akibat menggunaan IUD yakni translokasi, si ibu diharuskan melakukan bedah laparoskopi yang tentunya dengan biaya relatif mahal. Bedah laparoskopi diklaim menjadi cara aman dan tepat untuk melakukan pengangkatan IUD sudah yang berpindah tempat bukan di posisi yang sebenarnya.

Dengan malakukan bedah laparoskopi, dokter dengan mudah akan menemukan titik lokasi yang pas, yang sebenarnya IUD itu berpindah lokasi. Prosesnya sama seperti operasi besar lainnya si ibu terlebih dulu disarankan berpuasa dan mengalami pembiusan total.

Proses laparoskopi akan memakan waktu satu sampai dua jam, dan pemulihan si ibu berlangsung selama tiga hari.

Untuk menghindari terjadinya translokasi IUD, disarankan pengguna lebih sering melakukan pengecekan ke bidan atau dokter kandungan.

Oleh karena itu, Dr. Wisnu menyarankan bagi ibu yang memilih menggunakan kontrasepsi IUD harus lebih sering melakukan pengecekan, agar diketahui posisi IUD seperti apa, selain itu agar secepat mungkin dilakulan pengecekan apakan si ibu mengalami komplikasi atau tidak saat menggunakan IUD tersebut. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER