Find and Follow Us

Senin, 9 Desember 2019 | 03:50 WIB

Stop! Jangan Lakukan Ini Saat Diet

Oleh : Dahlia Krisnamurti | Sabtu, 30 Juli 2011 | 07:01 WIB
Stop! Jangan Lakukan Ini Saat Diet
forbes.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Tubuh indah dan ideal bagitu menggoda kaum perempuan. Tak heran untuk urusan melangsingkan berat badan kaum Hawa ada di deretan paling depan.

Berbagai macam diet pun dicoba. Namun, beberapa jenis diet ternyata perlu diwaspadai. Berikut beberapa diet yang sangat berbahaya bagi tubuh Anda.

Makanan mentah

Mengonsumsi makanan mentah didasarkan pada usaha untuk memporoleh mayoritas kalori dari makanan yang tidak diproses dan dimasak.

Para pelaku diet jenis ini percaya bahwa mengonsumsi makanan yang sudah diolah dengan suhu di atas 46-47C akan menghancurkan enzim-enzim yang memberikan banyak keuntungan bagi kesehatan.

Meskipun sebagian besar setuju bahwa yang terbaik adalah mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian yang diproses secara minimal, sebenarnya mengolah makanan melalui proses yang benar dapat meningkatkan kandungan gizinya, terutama phytonutrient, dan menghentikan aktivitas bakteri yang tidak menyehatkan.

Human chorionic Gonadotropin (HCG)

Ini adalah diet dengan jumlah kalori yang sangat rendah (500 800 kalori per hari) ditambah dengan suntikan hormone kehamilan, human chorionic gonadotropin (hCG). Diet mana pun yang menurunkan kalori hingga di bawah 1.000 kalori sangatlah tidak aman, terutama bagi pemula.

Dan, Anda akan kehilangan banyak berat badan meskipun sudah mendapatkan suntikan milk shake. Tentu saja, peraturan emas dalam diet adalah semakin cepat berat badan Anda turun, maka akan semaking cepat pula Anda mendapatkannya kembali.

Selain itu, para ilmuwan tidak mengetahui apakah hCG aman untuk disuntikkan ke dalam tubuh di saat tubuh kita tidak memproduksinya secara alami.

Diet sup kubis

Berlawanan dengan rumor yang beredar, jenis diet ini tidak direkomendasikan oleh Asosiasi American Heart (AHA); Rumah Sakit Sacred Heart Memorial di Spokane, Washington; atau oleh organisasi kesehatan manapun. Faktanya, AHA dan organisasi lainnya menganjurkan untuk mengendalikan tren diet ini.

Meskipun ada beberapa versi, semuanya merupakan siklus tujuh hari didasarkan pada mengonsumsi semua jenis sup kubis "pembakar lemak" (campuran dari kubis, wortel, seledri, tomat, merica, dan bawang). Karena terdiri dari banyak sayuran yang mengandung cairan dan nutrisi, maka jenis diet ini tidaklah seburuk diet lainnya.

Bagaimanapun, jika Anda menikmati makanan ataupun menikmati hidup ini, Anda tidak akan bisa bertahan pada jenis diet manapun yang melarang untuk mengonsumsi kelompok makanan tertentu atau bergantung pada satu atau dua makanan super untuk jangka waktu yang lama.

Ear Stapling

Tren yang relatif baru ini berdasarkan pada teori para ahli akupuntur bahwa suatu area dari telinga dapat mengatur nafsu makan Anda. Prosedurnya serupa dengan menindik telinga, tapi tekanan konstan pada "perut" telinga Anda akan membatasi nafsu makan Anda.

Tidak ada penelitian yang menyatakan adanya hubungan antara ear stapling dengan turunnya berat badan. Tapi ada banyak bukti bahwa hal tersebut dapat menyebabkan infeksi serius dan perubahan bentuk.

Jika yang Anda perlukan adalah mengontrol nafsu makan Anda, maka lebih baik Anda mencoba mengonsumsi sesuatu yang dapat bekerja dengan lebih baik, seperti mengonsumsi lebih banyak buah-buahan dan sayuran dibandingkan dengan jenis makanan lainnya. [mor]

Komentar

Embed Widget
x