Kamis, 18 September 2014 | 10:35 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Di German Sudah Membunuh Puluhan Orang
Inilah Cara Bakteri E.coli 'Menelan' Korban
Headline
Oleh: Dahlia Krisnamurti
gayahidup - Senin, 6 Juni 2011 | 11:32 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Wabah infeksi bakteri Escherichia Coli (E.coli) yang meluas sangat meresahkan dunia tak terkecuali Indonesia. Lantas, seperti apa, ganasnya bakteri sang pembunuh ini 'menelan' korbannya?

Sebuah penelitian yang memeriksa strain E. coli yang mematikan di Eropa menemukan bakteri itu menggabungkan racun dengan semacam lem yang jarang terlihat, mengikat ke usus pasien.

Kebanyakan Escherichia coli atau E. Coli adalah bakteri tidak berbahaya. Mungkin butuh waktu berbulan-bulan untuk tim peneliti global untuk sepenuhnya memahami karakteristik bakteri yang telah menewaskan sedikitnya 17 orang di Eropa dan membuat sakit 1.500 orang.

Strain yang membuat sakit orang di Jerman dan bagian lain Eropa, yang dikenal sebagai 0104: H4, adalah bagian dari kelas bakteri Escherichia coli yang dikenal sebagai penghasil toksin Shiga atau STEC.

Jenis Strain diklaim memiliki kemampuan menempel pada dinding usus. Strain ini akan memompa keluar racun, sehingga menyebabkan diare dan muntah.

Pada kasus yang parah, hal itu menyebabkan sindrom uremik hemolitik, atau HUS, menyerang ginjal dan menyebabkan koma, kejang dan stroke.

Seperti dilansir Reuters, Dr Robert Tauxe, seorang ahli penyakit yang disebabkan oleh makanan di Centers for Disease Control and Prevention AS menjelaskan telah terjadi 470 kasus terparah yang menyebabkan sindrom uremik hemolitik, atau HUS di Jerman.

"Jumlah itu 10 kali lebih banyak dari wabah terbesar di negara ini. Ini merupakan wabah yang paling mematikan di dunia" tegas Tauxe.

Hebatnya, strain Jerman muncul untuk menggabungkan toksin yang ditemukan dalam jenis bakteri STEC yang paling umum di Amerika Serikat, yang dikenal sebagai E. coli O157: H7, dengan bahan pengikat yang tidak biasa.

Tauxe mengatakan, biasanya 'lem' hanya ditemukan pada anak-anak di negara berkembang.

"Lem yang digunakan kuman tersebut tidak sama pada E. coli 0157 atau sebagian besar bakteri STEC," katanya.

"Ini kombinasi perekat dari E. Coli jenis lain dan toksin Shiga yang membuat strain bakteri tidak biasa," tambahnya.

WHO telah mengonfirmasi bahwa galur bakteri tersebut tidak pernah diisolasi dari pasien sebelumnya dan mengatakan bahwa bakteri kemungkinan mengakuisisi beberapa gen ekstra yang mungkin membuatnya sangat mematikan.

Sumber wabah sejauh ini tidak diketahui, tetapi para ilmuwan mengatakan sangat mungkin berasal dalam sayuran atau salad yang terkontaminasi di Jerman. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
aulia
Senin, 10 Oktober 2011 | 19:41 WIB
untk obtnya sndri,ap sdah d temukan bgaimana cra mmbunuh bkteri yg brbhya ini ??? lalu, kelemahan dr ecoli yg brbhy INI apa ? mhon skai d jwb.
ilda
Senin, 6 Juni 2011 | 15:31 WIB
serem
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER