Rabu, 23 Juli 2014 | 22:38 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Sayuran Organik, Makanan Sehat yang Makin Diburu
Headline
ist
Oleh: Sirojul Muttaqien
gayahidup - Minggu, 3 April 2011 | 20:47 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Bandung - Kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat yang semakin tinggi membuka peluang bagi petani untuk mengubah kecenderungan menggunakan pupuk anorganik ke organik.

Selain ramah lingkungan, produk sayuran organik juga semakin banyak diburu masyarakat dengan harga jual yang lebih tinggi dibanding komoditas yang ditanam secara konvensional menggunakan pupuk dan pestisida anorganik.

Ketua Kelompok Tani Alam Jaya Lestari Waryudin memaparkan, pada awalnya bertanam sayuran organik memang tidak mudah. Lahan pertanian yang biasa dipupuk dan diberi pestisida memang perlu pengolahan terlebih dahulu sebelum siap ditanami dan bisa menghasilkan produk murni organik.

"Kami memulai lahan pertanian organik pada 1999 bersama lima petani. Saat ini, anggota kami sudah 70 orang dengan jumlah karyawan yang terlibat mencapai 140 orang," kata Waryudin kepada INILAH.COM, Minggu (3/4/2011).

Kelompok Tani Alam Jaya Lestari di Kampung Gambung Pangkalan, Desa Cisondari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, dengan bantuan investor yang bersedia menanamkan modalnya kini bisa memasok 10-20 ton sayuran organik ke berbagai gerai pasar modern di Kota Bandung dengan luas lahan sekitar 10 hektare.

Dengan sistem kontrak, harga sayuran organik produksi Kelompok Tani Jaya Alam Lestari pun cenderung stabil. Petani, lebih mudah mengkalkulasi arus keuangan sehingga lebih mudah apabila ingin melakukan perluasan lahan dari keuntungan yang diperolehnya.

"Bertanam organik membuka peluang usaha lainnya, misalnya pemeliharaan sapi perah yang kotorannya bisa dibuat untuk pupuk, sementara susunya menjadi pendapatan harian," ujarnya.

Bertanam sayuran organik, lanjutnya, memang penuh liku. Namun akan terasa mudah bila dijalani dengan sungguh-sungguh dan telaten. Selain penggunaan pupuk organik, pestisida yang digunakan juga harus bebas dari bahan kimia, serta perlu ada sertifikasi murni organik untuk meningkatkan kepercayaan terhadap produk yang dihasilkan.

Selain itu, diperlukan juga proses pascapanen yang sesuai dengan tata cara bertani yang baik yang dilanjutkan dengan pola pengemasan yang higienis dan menarik.

"Saat ini masyarakat mulai sadar dengan makanan sehat yang bebas zat kimia yang berbahaya bagi tubuh, sehingga kami yakin pasar sayuran organik bakal terus tumbuh dan semakin diburu konsumen," tegasnya.[den]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER