Jumat, 19 September 2014 | 18:47 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Antiretroviral 'Perpanjang Usia' Penderita AIDS
Headline
antiretroviral - yenihsworld.blogspot.com
Oleh: Dahlia Krisnamurti
gayahidup - Rabu, 16 Maret 2011 | 22:09 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Selama ini pengobatan pasien HIV selalu difokuskan kepada pemberian obat anti HIV (antiretroviral). Pemberian antiretroviral ditengarai mampu memperpanjang angka harapan hidup bagi penderita HIV dan menurunkan risiko kematian.

Melalui penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam The Lancet Medical Journal diketahui bahwa pemberian kombinasi antiretroviral ditambah pemberian antibiotik (kotrimoksazol) mampu menurunkan risiko kematian yang lebih besar dibandingkan terapi dengan antiretroviral saja, hingga mencapai 35%.

Pasien HIV sebenarnya memiliki risiko terbesar pada saat minggu-minggu pertama setelah penyakitnya terdiagnosis. Melalui suatu penelitian telah diperkirakan bahwa sekitar seperempat dari jumlah penderita HIV yang telah mengkonsumsi obat antiretroviral di daerah Sub-Saharan Afrika tetap akan meninggal pada tahun pertamanya.

Kematian itu karena adanya infeksi lain yang menyerang tubuh mereka saat sistem pertahanan tubuh mereka melemah oleh virus HIV. Pemberian antibiotik kepada pasien HIV yang baru terdiagnosis mampu menurunkan angka kematian itu secara signifikan pada stadium awal penyakit.

Penelitian dari The Lancet terhadap 3.179 pasien HIV di Uganda, menunjukkan adanya penurunan angka kematian dari 59% pada 12 minggu pertama dan 44% antara minggu ke-12 dan 72 dengan pemberian antibiotik sebagai tambahan terapi dalam pengobatan HIV.

Di Afrika selatan, kematian akibat AIDS telah turun hampir 25% karena akses penggunaan obat antiretroviral ditingkatkan

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah Afrika Selatan selama bertahun-tahun menolak menyediakan obat tersebut. Tetapi ternyata setelah perluasan informasi tentang program antiretroviral tampaknya telah menurunkan tingkat kematian AIDS dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu dengan dipublikasikannya hasil penelitian di atas, Profesor Diana Gibb dari The Medical Research Council mengatakan bahwa ketersediaan dan pasokan obat-obatan itu masih perlu lebih ditingkatkan dan perlu ditawarkan kepada semua pasien HIV yang baru terdiagnosis selama 18 bulan pertama.

Sebanyak apapun pengetahuan yang telah didapatkan untuk membantu menyelamatkan kehidupan penderita HIV akan menjadi sia-sia jika mereka tidak mampu mendapatkan pengobatan. Karena itu, usaha pendistribusian antiretroviral dan antibiotik perlu lebih ditingkatkan untuk mendukung program pengobatan penderita HIV. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
rudi ardi(herbalis)
Kamis, 17 Maret 2011 | 11:36 WIB
saya sangat setuju.dengan artikel itu. tp menurut saya HIV AIDS bknlah penyakit tanpa harapan hidup. inf;www.xamthone.com/02000735 hp;085272552090 08197251135
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER